Wednesday, September 29, 2010

Menolak Hukum Allah Dan Mengabaikan Kewajiban Sholat

Jumat, 09/07/2010 18:47 WIB | email | print | share

Setiap tanggal 27 Rajab biasanya ummat Islam segera teringat peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiWasallam limabelas abad yang lalu. Memang, peristiwa diperjalankannya hamba Allah dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsho di Baitul Maqdis kemudian menembus tujuh lapis langit hingga berjumpa langsung dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha merupakan sebuah kejadian menakjubkan dan penuh mukjizat. Apalagi sepulang dari perjalanan itu Nabi Shallallahu'alaihiWasallam membawa perintah Allah SWT agar dirinya dan ummat Islam menegakkan kewajiban sholat lima waktu sehari semalam. Inilah umumnya yang diingat oleh kita ummat Islam setiap kali memasuki bulan Rajab.

Padahal persis tanggal 27 di bulan Rajab ada peristiwa bersejarah lainnya yang sepatutnya tidak dilupakan oleh ummat Islam. Yaitu pada tahun 1342 Hijriyyah alias 89 tahun yang lalu bila menggunakan hitungan kalender Hijriyyah. Bertepatan dengan 3 Maret tahun 1924 alias sekitar 86 tahun yang lalu bila menggunakan hitungan kalender Syamsiyyah. Pada tanggal tersebut seorang pengkhianat bernama Mustafa Kemal telah mengesahkan rancangan undang-undang pembubaran pemerintahan Islam bernama Khilafah Islamiyyah. Dan untuk selanjutnya Turki berubah menjadi sebuah negara sekuler modern yang mengekor sepenuhnya ke Eropa. Khilafah Islamiyyah yang diwakili oleh Kesultanan Ustmani Turki selama sekian abad sebenarnya telah mengalami dekadensi cukup lama. Sehingga dalam berbagai buku-buku Barat ia dujuluki sebagai the Sick Old Man.

Betapapun sakit-sakitannya si Bapak Tua tersebut, namun baru pada tanggal 27 Rajab 1342 itulah secara formal-konstitusional ia benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya. Maka sejak saat itu bubarlah sistem pemerintahan Islam yang telah menghiasi sejarah dunia selama ribuan tahun di Akhir Zaman semenjak pertama kali dibangun dan langsung dipimpin oleh Nabi Akhir Zaman Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam. Mulailah sejak saat itu secara formal di muka bumi tidak lagi diberlakukan Hukum Allah dan digantikan dengan hukum bikinan manusia. Praktis hal ini terjadi di seantero negeri-negeri Islam. Bahkan tidak sedikit di antara negeri-negeri Islam itu mengkombinasikan hukumnya dengan hukum mantan penjajahnya dicampur dengan hukum adat dan sedikit hukum Islam yang sifatnya hanya sebatas pada perkara NTRW (Nikah – Talak – Rujuk – Waris). Akibatnya banyak sekali perkara yang dipandang legal menurut hukum manusia tidak serta-merta berarti halal di mata Allah dan sebaliknya banyak sekali perkara yang dipandang ilegal menurut hukum manusia tidak serta-merta berarti haram di mata Allah.

Lalu apa hubungan antara kedua peristiwa bersejarah di atas? Apa hubungan antara perjalanan Isra Mi’raj yang mana Nabi Shallallahu'alaihiWasallam menerima perintah kewajiban menegakkan sholat lima waktu dengan pembubaran Khilafah Islamiyyah terakhir sebagai wadah formal tempat ditegakkan dan diberlakukannya hukum Allah ? Ternyata Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam pernah memprediksi bahwa proses dekadensi ummat Islam sangat terkait dengan dua indikasi yang sedang kita bicarakan ini:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَلَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا

انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌتَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا

وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

(AHMAD - 21139) : Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat."

Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam memperingatkan kita yang hidup di belakang hari menjelang semakin dekatnya Kiamat bahwa proses dekadensi Ummat Islam akan terjadi seiring ditingalkannya pemberlakuan aspek hukum Islam atau hukum Allah sampai diabaikannya kewajiban menegakkan kewajiban sholat. Padahal kita menyaksikan dewasa ini bahwa kedua kutub ekstrim tersebut jelas-jelas telah ditinggalkan oleh sebagian besar ummat Islam.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu'alaihiWasallam penutup para nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus), maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. [Al Bidayah Wan Nihayah: 13/119].

Lalu Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan lebih lanjut tentang tentang Kitab Yasiq/Ilyasa: “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar, Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber; dari Yahudi, Nashrani, Millah Islamiyyah, dan yang lainnya, serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya, lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam (berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam). Siapa yang melakukan itu, maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”.

Sedangkan dalam kaitan dengan sholat, Nabi Shallallahu'alaihiWasallam sangat menganjurkan agar kaum muslimin pria sedapat mungkin menegakkan sholat lima waktu berjamaah di masjid kecuali jika ada uzur syar’i. Dan mereka yang tanpa alasan benar meninggalkan sholat berjamaah ke masjid dikaitkan dengan penyakit kemunafikan. Di antaranya kita dapati hadits berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ

صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا

لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًاوَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ

فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ

ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ

لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

(MUSLIM - 1041) : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka."

Sungguh keras sekali anjuran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar setiap muslim menghadiri sholat berjamaah di masjid. Bahkan beliau mengancam akan membakar rumah-rumah mereka yang sengaja tidak menghadiri sholat berjamaah di masjid. Dan lebih daripada itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan bahwa mereka yang enggan sholat berjamaah di masjid merupakan indikasi kuat golongan munafik. Tidak mengherankan bilamana sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu sampai menyampaikan pendapat sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ

عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ

(MUSLIM - 1046) : Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: "Menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat (berjamaah di masjid), melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen)."

Sungguh jika melihat begitu banyaknya masjid dewasa ini yang sepi di waktu sholat lima waktu, kita sangat khawatir jangan-jangan ini indikasi bahwa terdapat begitu banyak orang yang berpotensi munafik di sekeliling kita. Dan jika hal ini benar adanya tidak mengherankan bila pemberlakuan kembali Syariat Islam dan Hukum Allah menjadi sangat sulit. Sebab jangankan kaum kafir di luar Islam, sedangkan di tengah tubuh ummat Islam sendiri lebih banyak hadirnya kaum munafik daripada kaum mu’min sejati. Padahal Allah telah menegaskan bahwa fihak yang paling keras menolak diajak kepada pemberlakuan hukum Allah dan hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah kaum munafik. Wa na’udzubillah min dzaalika.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ

رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS An-Nisa 61)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mu’min sejati yang senantiasa ikhlas memperjuangkan tegaknya hukumMu dan janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan al-munafiqun yang menolak Hukum Allah dan Hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

Larangan Dalam Solat

Larangan dalam solat

1.Mencotok-cotok rukuk dan sujud

Nabi s.a.w. bersabda:

“Sejahat-jahat pencuri ialah orang yang mencuri dalam solat. Sahabat bertanya: Bagaimana dia mencuri di dalam solatnya? Nabi s.a.w. menjawab: Dia tiada menyempurnakan rukuknya dan sujudnya. Atau Nabi menjawab: Dia tiada menegakkan pungungnya di dalam rukuknya dan sujudnya.”

[H.R. Ahmad , At Thabarani dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya dari Ibnu Qatadah]

“Bahwasanya Rasulullah s.a.w. melihat seorang lelaki tg tidak menyempurnakan rukuknya dan mematuk-matuk dalam sujudnya, sedang dia lagi bersolat. Maka berkatalah Rasulullah s.a.w.:Sekiranya orang ini mati dalam keadaan begini, matilah dia di luar agama Muhammad.Kemudian Nabi s.a.w. berkata: Perumpamaan orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan mematuk-matuk dalam sujudnya, adalah seumpama orang lapar memakan sebiji atau dua biji kurma yang tiada mengenyangkan(tiada memberi faedah apa-apa baginya).”

[H.R. Abu Ya’la dengan sanad hasan, Khuzaimah dan Tabarani dari Abu Abdullah Al Asy’ary]

Abu Hurairah r.a. ra. berkata:

“Aku telah disuruh oleh kekasihku, tiga perkara dan ditegah aku dari tiga perkara, iaitu mematuk-matuk rukuk dan sujud seperti patukan ayam dan duduk seperti duduk anjing dan berpaling-paling sbg tsa’lab(sejenis anjing hutan).”

[H.R. Abu Ya’la]

2.Berpaling ke kanan,kiri dan melihat ke atas

Dari Abu Dzar, Nabi s.a.w. bersabda:

“Allah swt sentiasa berharap kepada para hamba-Nya dalam solatnya, selama hamba itu tiada berpaling-paling. Apabila hamba itu memalingkan mukanya,berpalinglah Allah swt daripadanya.”

[H.R. Ahmad dan Abu Daud]

Dari Al Haris Al Asy’ary, Nabi s.a.w. bersabda:

“Dan bahwasanya Allah swt. Menyuruh kamu bersolat, maka apabila kamu bersolat janganlah kamu berpaling-paling.Kerana sesungguhnya Allah menghadapkan muka-Nya ke muka hamba-Nya di dalam solat hamba itu, selama hamba itu tidak berpaling-paling.”

[H.R. At-Tirmidzi]

Aisyah ra. berkata:

“Saya telah bertanya kepada Rasulullah perihal berpaling-paling dalam solat. Maka Rasulullah menjawab: Itu suatu sambaran dari syaitan yang dia sambarkan dari solat hamba Allah swt.”

[H.R. Al Bukhari,Abu Daud,An-Nasa'i dan Khuzaimah]

Dari Anas ibn Malik, Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Apakah gerangan sebabnya orang-orang itu mengangkat pandangannya ke langit di kala bersolat, dan mengeraskan suaranya. Sehingga Nabi bersabda: hendaklah mereka menghentikan perbuatan itu atau biarlah dicabut cepat pandangannya.”

[H.R. Al Bukhari]

3.Begerak anggota badan dalam solat

Dari Abu Bakar ra., Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Apabila seseorang kamu berdiri untuk solatnya, maka hendaklah dia menenagkan segala anggota tubuhnya(tangannya,kakinya) dan janganlah berhoyong-hayang sbg hoyongan orang Yahudi.”

[H.R. Al Hakim dan At-Tirmidzi ]

Dari Mu’aiqib ra., Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Janganlah engkau menyapu anak-anak batu yang melekat di dahimu saat engkau bersolat, jika perlu sekali engau sapu, maka cukuplah dengan sekali sapu sahaja.”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah r.a.:

Rasulullah melihat seorang leaki memain-mainkan tangan semasa solat,maka baginda bersabda:

“Sekiranya khusyuk jiwa orang ini tentulah khusyuk segala anggotanya.”

[H.R. Al Hakim dan At-Tirmidzi]

4.Berludah ke depan

Nabi s.a.w. bersabda:

“Apabila seseorang kamu berada dalam solat, maka berertilah dia sedang bermunajat dengan Tuhan-nya. Kerana itu, janganlah dia berludah ke muka(ke depan) dan janganlah ke kanannya. Akan tetapi ke sebelah kirinya, ke bawah kakinya.”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

5.Bercekak pinggang

Dari Abu Hurairah r.a. ,katanya:

“Rasulullah s.a.w. menegah seseorang mengerjakan solat dengan menumpangkan rusuknya(bercekak pinggang)”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

6.Menguap

Dari Abu Hurairah r.a.,Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Menguap itu dari syaitan, maka apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia tutup mulutnya seberapa dia sanggup di dalam solatnya.”

[H.R. Muslim dan At-Tirmidzi]

7.Membunyikan ruas tangan

Dari Ali ra., Nabi s.a.w. bersabda:

“Janganlah engkau membunyikan ruas tangan semasa engkau sedang bersolat.”

[H.R. Ibnu Majah]

8.Menahan air besar atau kecil

Kata Aisyah ra:

“Saya dengar Rasulullah s.a.w. bersabda: tidak ada solat di hadapan makanan dan tidak ada solat semasa sedang dipengaruhi oleh desakan buang air besar atau air kecil.”

[H.R. Muslim]

Dari Abdullah ibn Al Arjam, Nabi s.a.w. bersabda:

“Apabila telah didirikan solat, maka jika pada ketika itu seseorang perlu buang air, hendaklah dia pergi buang air sebelum bersolat.”

[H.R. Al Bukhari,Muslim dan lain-lain.]

9.Menahan keinginan makan sesudah makanan tersedia.

Dari Aisyah ra.,Nabi s.a.w. bersabda:

“Apabila telah disajikan makan malam, maka makanlah dahulu, sebelum melaksanakan solat Maghrib.”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

10. Melihat kepada yang membimbangkan.

Dari Aisyah ra.,Nabi s.a.w. bersolat kepada kain yang diperbuat dari sutera bercorak,maka berkatalah baginda:

“Corak-corak kain ini membimbangkan hatiku. Bawalah kain ini pada Abu Jaham, dan berikanlah padaku kain tebal tak bercorak.”

[H.R. Al Bukhari]

11.Memberi isyarat dengan tangan di waktu salam

Dari Jabir ibn samurah ra.,katanya: Adalah kami bersolat dan mengetahui ada orang-orang yang berisyarat dengan tangan mereka di waktu membaca salam di belakang Rasulullah s.a.w.Maka besrabdalah baginda:

“Mengapa mereka membaca salam dengan mengangkat tangan(dalam solat) seakan-akan tangan-tangan itu ekor-ekor kuda yang sedang lari. Apakah tidak cukup mereka meletakkan tangannya di atas paha?sesudah itu mengucapkan: assalamu’alaikum,assalamu’alaikum.”

[H.R. An-Nasa'i]

12.Menutup mulut dan menurunkan kain sehingga mengenai lantai

Abu Hurairah r.a. berkata:

“Rasulullah s.a.w. menegah kami menurunkan kain dalam solat dan menegah orang yang sedang solat menutup mulutnya.”

[H.R. Abu Daud dan Al Hakim]

13.Bersolat semasa mengantuk

Dari Aisyah ra.,Nabi s.a.w. bersabda:

“Apabila seseorang kamu mersa mengantuk, maka hendaklah dia tidur hingga hilang mengantuknya kerana apabila dia bersolat sedang dalam keadaan mengantuk, mungkin dia mahu memohon ampun tetapi dengan tidak sedar memaki dirinya.”

[H.R. Jamaah]

14.Khaskan tempat yang tertentu oleh seseorang untuk solat kecuali imam.

Dari Abdurrahman ibn Syibil,katanya;

“Rasulullah s.a.w. menegah cotokan burung gagak,deruman binatang buas dan menegah kita khaskan suatu tempat tertentu di dalam masjid(untuk solat), sebagaimana halnya unta.”

[H.R. Ahmad,Al Hakim dan Ibnu Hibban]

15.Berbicara dengan sengaja yang tidak berkaitan dengan solat.

Zaid ibn arqam ra berkata:

“Adalah kami(sahabat)berbicara dalam solat. Masing-masing kami berbicara dengan teman yang berdiri di samping dalam solat.Hingga turun ayat: wa qumu lillahi qanitin,(dan berdirilah kamu kerana Allah dengan khusyuk). Maka kami pun diperintahkan berdiam dan dilarang berbicara.”

[H.R. Al Jamaah]

Ibnu Mas’ud berkata:

“Adalah kami(sahabat) memberi salam kepada Nabi s.a.w. semasa baginda solat, lalu baginda menjawabnya. Setelah kami kembali dari An najjasyi, kami memberi salam juga kepadanya, maka baginda tidak menjawab kami lagi. Kerana itu,kami berkata: Kami dahulu memberi salam kepada tuan dalam solat lalu tuan menjawabnya. Maka, Nabi pun menjawab: Di dalam solat kita mempunyai tugas-tugas tertentu.”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

Muawiyah ibn Al Hakam ra. berkata:

“Semasa saya sedang bersolat berserta Rasulullah s.a.w. tiba-tiba seorang lelaki dari jamaah bersin, maka aku pun mengucapkan: yarhamukallah, kerana itu para jamaahmendelikkan matanya kepadaku. Aku berkata: Aduhai nasibku, mengapa kamu melihat kepadaku? Mereka memukul paha mereka dengan tangan-tangan mereka. Maka aku berasa mereka menyuruh aku berdiam, aku pun ingin bertanya, tetapi tidak jadi dan aku pun berdiam diri. Setelah Rasullullah selesai solat, maka demi ayahku dan ibuku, aku belum pernah melihat seorang guru sebelumnya dan sesudahnya yang lebih baik mengajar daripada baginda. Demi Allah swt., baginda tidak mengherdik aku dan tidak pula membentak. Beliau berkata: solat ini tidak patut ada pembicaraan manusia. Ucapan-ucapan di dalamnya hanyalah tasbih, takbir dan membaca Al-Quran.

[H.R. Ahmad,Muslim dan An-Nasa'i]

Abu Hurairah r.a. berkata:

“Rasulullah mengerjakan solat Zohor atau asar bersama-sama kami, lalu baginda bersalam. Maka Dzulyadain berkata kepada Nabi: Apakah solat sudah dipendekkan atau tuan lupa,ya Rasulullah?Baginda menjawab:Tidak di qasar dan saya tidak lupa. Menjawab Dzulyadain:Tuan telah lupa,ya Rasulullah.Maka Nabi bertanya: Apakah benar apa yang dikatakan Dzulyadain? Para sahabat menjawab: Benar. Kemudian,nabi bersolat dua rakaat lagi dan Nabi bersujud dua kali.”

[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

Tuesday, September 28, 2010

puasa tapi tidak solat

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin -rahimahullah- pernah ditanya: "Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan solat?"

Beliau rahimahullah menjawab:

"Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan solat tidaklah diterima kerana orang yang meninggalkan solat adalah kafir dan murtad. Dalil bahawa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta'ala,

"Jika mereka bertaubat, mendirikan solat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui." (Qs. At Taubah [9]: 11)

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

"Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan solat." (HR. Muslim no. 82)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

"Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai solat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir." (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa'i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Pendapat yang mengatakan bahawa meninggalkan solat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat majoriti sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma' (kesepakatan) para sahabat.

'Abdullah bin Syaqiq "rahimahullah- (seorang tabi'in yang masyhur) mengatakan, "Para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara solat." [Perkataan

ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Abdullah bin Syaqiq Al 'Aqliy; seorang tabi'in. Hakim mengatakan bahawa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen]

Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan solat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti.

Oleh sebab itu, kami katakan, "Solatlah kemudian tunaikanlah puasa." Adapun jika engkau puasa namun tidak solat, amalan puasamu akan tertolak kerana orang kafir (disebabkan meninggalkan solat) tidak diterima ibadah daripadanya.

[Sumber: Majmu' Fatawa wa Rosa-il Ibnu 'Utsaimin, 17/62, Asy Syamilah]

Monday, September 27, 2010

ASAL USUL KEJADIAN NABI ADAM

Assalamualaikum..
Kita selalu mendengar kisahnya Nabi Adam AS.Dan kita juga terlalu tahu
tentang kejadianya manusia itu adalah dari tanah. Tetapi apakah kita tahu
akan tanahnya itu? Apakah kita tahu akan prosesnya kejadian itu? Mari kita
baca kupasan yang sedikit ini, mudah-mudahan kita lebih mengetahui
tentangnya dan Insyaallah dapatlah kita mempelajarinya bersama-sama.


Berpesan-pesanlah pada kebaikan dan berpesan-pesanlah pada kesabaran.

(Al-A'ssr) "Betapa payahnya malaikat-malaikat meminta tanah dari bumi untuk
menjadikan nabi Adam A.S (Abul Basyar/Bapa segala manusia)".

Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun
ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan
tetapi apabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya
diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi khuatir Adam akan melakukan
kemungkaran kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu
bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar mendengar sumpah
bumi.

Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu
Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak
berganjak. Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa.

Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi.Kata Allah: "Hai
Izrail! Engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi
bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawa
kerjamu atas perintah dan atas namaKu. "Apabila Izrail turun ke bumi dan
menyampaikan perintah Allah kepada bumi,maka akhirnya bumi mengizinkan
tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah,kembalilah
ia ke hadrat Allah.

Lalu Allah berfirman: "Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil
tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut
roh manusia."

Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia. Lalu
Allah berfirman lagi: "Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang
mengaturnya, dan Aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya
terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.

Jenis tanah yang digunakan:

1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Mugaddis

2. Tanah Bukit Tursina

3. Tanah Iraq

4. Tanah Aden

5. Tanah Al-Kautsar

6. Tanah tempat bakal berdiringa Baitullah

7. Tanah Paris

8. Tanah Khurasan

9. Tanah( Babylon )

10.Tanah India

11.Tanah syurga

12.Tanah Tha'if


Menurut Ibnu Abbas:-

1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak
manusia,dan disitulah tempatnya akal.

2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan
tempat menerima nasihat.

3. Dahinya dari tanah Iraq ,kerana disitu tempat sujud kepada.

4. Mukanya dari tanah Aden , kerana disitu tempat berhias dan tempat
kecantikan.

5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar,tempat menarik perhatian.

6. Giginya dari tanah Al-Kautsar,tempat memanis-manis.

7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah,untuk mencari nafkah dan
kerjasama,sesama manusia.

8. Tangan kirinya dari tanah Paris , tempat beristinjak.

9. Perutnya dari tanah Babylon . Disitulah tempat seks(berahi) dan tipudaya
syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.

10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.

11. Dua kakinya dari tanah India , tempat berdiri dan jalan.

12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus,kerana disitulah
iman,keyakinan,ilmu,kemahuan dan sebagainya.

13.Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat,bersyukur dan
berdoakan kepada Tuhan.


Proses kejadiannya:

1. Ketika Allah jadikan Adam,tanah itu dicampur dengan air tawar, air
masin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nur(cahaya)
kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".

2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian
diletakkan didalam "Alam Malakut".

3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah
pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan
rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan dirasmikan
dengan air hujan "Barul Uluhiyah".

4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat
"Jalan dan Jammal". Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.

5. Demikian pula roh,ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia
merasa malas dan enggan, lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam
yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh
itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada
Izrail.


Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali
kulitnya.. Tidak seperti warna kulit manusia.Kerana Adam telah diturunkan ke
dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai pengetahuan, yang
masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh itu, meskipun
orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih
kemerah-merahan.

Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang
dikepala,dan dua buah liang di bawah badan letaknya.

Tujuh buah letaknya adalah :

1. Di Kepala ialad Dua liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan
sebuah liang mulut.

2. Dibawah ialah Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera:

A. Mata alat penglihatan

B. Hidung alat penciuman

C. Telinga alat pendengaran

D. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.

E. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus,
kasar dan sebagainya.

Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam, lalu roh itu masuk perlahan-lahan
sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.

Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke
dalam tubuh Adam. Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak
dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah
matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri,
ke kanan dan kebawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan
tanah keras. Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang
menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para
malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.
Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya
terbuka. Ketika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah. Itulah
ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata
Yarhamukallah" yang membawa erti: "Semoga engkau diberi rahmat Allah". Oleh
kerana itu jika seseorang itu bersin, menjadi sunat mengucap
"Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya disunatkan pula mengucapkan
Yarhamukallah". Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia
mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras.
Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud:

"Dan adalah manusia itu suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)

Maka ketika roh itu sampai dibahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi
perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus
roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah
daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu
kian lama kian cantik dan halus.

Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam
sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang
pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam
yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100
tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama
hinggalah kelangit tujuh sebelum dibawa ke Syurga tempat mula-mula Adam
dijadikan.

Wallahualam

Saturday, November 21, 2009

ISTERIKU CURANG


Saya sekadar ingin berkongsi luahan hati yang datang daripada kaum lelaki yang mana dikutip dari ruangan Dicelah-celah Kehidupan. Namun sesekali menerima cerita mereka memang mengejutkan. Suatu waktu dulu Dicelah-celah kehidupan pernah menceritakan sebuah kisah yang dipaparkan tiga tahun lalu tentang penderitaan seorang suami apabila mengetahui isterinya menduakannya hingga melahirkan seorang anak? Kisah yang lebih kurang sama saya paparkan minggu ini, datangnya daripada Azlan.

Cerita Azlan, zaman ini wanita tidak boleh lagi tuduh kaum lelaki sahaja jahat buat maksiat, skandal dan berzina.

‘‘Wanita pun sama,’’ demikian kata Azman ketika kami berbual di telefon Selasa lalu setelah membaca e-mel yang dihantar kepada penulis.

Kata Azlan: ‘‘Ruangan ini banyak menyiarkan kisah tentang penderitaan kaum wanita sahaja konon suami berlaku tidak adil, zalim dan sebagainya. Tetapi tahukah anda bahawa penderitaan yang terpaksa ditanggung oleh suami jauh lebih teruk daripada penderitaan yang dipikul oleh kaum wanita?

‘‘Sebenarnya saya tak tahu bagaimana nak memulakan cerita ini, sebab hati berbelah bagi sama ada ingin dipaparkan untuk panduan pembaca ataupun tidak. Tetapi setelah difikirkan, saya kira kenangan pahit kehidupan saya ini amat baik untuk dijadikan pedoman, khusus kepada kaum lelaki supaya tidak diperbodohkan oleh isteri. Wanita juga insaflah, Allah melihat apa yang anda lakukan.

‘‘Saya tidak menyedari perubahan isteri saya, sebab kami begitu sayang menyayangi, tidak pernah bertengkar apa lagi bergaduh besar. Kalau ada masalah, kami selesaikan seberapa segera, supaya masalah itu tidak menjadi nanah atau pun barah.

‘‘Tetapi nak jadikan cerita, satu hari kami sama-sama menonton drama tv. Kisah kecurangan seorang isteri terhdap suaminya. Akhirnya si isteri dapat balasan Allah. Sebaik habis ceritanya, hati saya tergerak bertanya kepada isteri saya Hasmidar dengan bergurau apakah dia ada menyimpan rahsia tentang dirinya terhadap saya. Tiba-tiba air mukanya berubah tak tentu hala.

‘‘Melihatkan perubahan keadaannya, saya bertanya lagi, dia menafikan. Saya desak lagi dia jadi lebih tak tentu hala. Melihat perubahannya, saya terus menadah tangan berdoa di hadapannya ‘Ya Allah kau laknatilah dia jika dia berlaku curang terhadap aku, aku reda…….Belum habis saya berdoa lagi, tiba-tiba dia menangis menahan saya dari meneruskan doa saya.

‘‘Abang ampun bang, abang terlalu baik kepada saya, saya memang jahat. Abang ampun dan maafkanlah saya, saya banyak buat dosa pada abang. Abang ampunkanlah saya. Abang ampun! Ampun! Ampunkan saya bang, katanya dalam tangisan.

‘‘Saya kehairanan. Apa dah jadi. Saya tanya Has beberapa kali tetapi dia tidak menjawab selain meminta ampun berkali-kali dan menangis. Sambil memegang bahunya saya tanya lagi, ‘‘Has berhenti menangis, abang nak tanya apa yang dah terjadi? Sampaikan kau minta ampun berkali-kali ini. Apa dah terjadi, apa kau dah lakukan di belakang abang?

‘‘Dalam tangisannya, Has berkata, saya tidak akan mengampunkan dan maafkan dia kalau dia ceritakan apa yang berlaku. Namun dia reda atas apa yang akan saya lakukan. Tetapi katanya dia tetap cintakan saya, sayangkan saya dan anak-anak. Apa yang dilakukan secara tidak sengaja. Penjelasannya membuatkan saya lebih pelik.

‘‘Saya tahu dia memang selalu keluar makan dengan rakan-rakan perempuan dan lelaki di tempat kerjanya, tak pernah saya terfikir dia buat benda yang tak baik. Saya jujur, saya fikir tentu dia juga jujur.

‘‘Tetapi mulutnya terus meminta maaf dan ampun dengan tangisan dan air mata merambu-rambu keluar. Perbuatannya membuatkan mulut saya dengan keras bertanya, kau berzina ke? Hah! Kau berzina? Dalam tangis dia menganggukkan kepala.

‘‘Astaghfirullah! Saya mengucap beberapa kali untuk menenangkan diri. Ya Allah apalah malangnya nasib aku ni ya Allah! Betulke apa yang aku dengar ini Ya Allah! Saya mengucap lagi sambil beristighfar beberapa kali. Lantas keluar bilik dengan mata serta kepala berpusing-pusing. Ya Allah apalah nasib aku yang malang ini!

‘‘Saya bukan jenis lelaki panas baran, jika lelaki lain pasti malam itu kalau tak bengkak dan luka pasti Has sudah kena sepak terjang hinggap ke muka dan ke badannya. Mungkin juga saya ni terlalu baik macam dia katakan. Kerana sepanjang 15 tahun berkawin saya tak pernah cemburukan dia, malah saya percayakan dia 100%. Kerana itulah juga saya tidak pernah bersuara tinggi apa lagi menampar dan memukulnya.

‘‘Hinggakan bila saya mendengar ceritanya malam itu, saya masih boleh mengucap panjang, keluar bilik dan tidak memarahinya sebaliknya saya bersabar. Jadi pembaca boleh fikir betapa sabar dan baiknya saya jika itu boleh saya katakan.

‘‘Saya bukan dayus atau takut bini, tetapi saya terlalu sayangkan anak-anak kami yang tiga orang ini. Saya tidak mahu hidup mereka huru hara kerana masalah ibu bapa mereka. Bahkan saya tidak mahu mak mertua saya seorang ibu tunggal menangis mengenangkan nasibnya, kerana kamilah tempat dia mengharap dan bergantung harapan. Kalau saya tak sabar pasti malam itu perang dunia ketiga meletus.

‘‘Untuk pengetahuan pembaca hidup kami suami isteri selama ini memang bahagia, tiada masalah besar. Dia kerja tak tentu masa, sepeninggalannya sayalah yang jaga rumah dan anak-anak. Kerana saya kerja dari pukul 9 pagi hingga 6 petang. Sayalah yang ambil dan hantar anak ke rumah pengasuh. Anak-anak mempunyai lebih banyak masa dengan saya berbanding Has, malah saya yang menguruskan makan minumnya, kalau malas masak saya beli nasi bungkus. Itulah cara hidup kami semuanya berjalan lancar dan saya bukan jenis demand makan minum mesti siap atas meja, pakaian mesti digosok, rumah mesti bersih.

‘‘Malah saya lebih banyak menguruskan kebersihan rumah dan pakaian daripada dia kerana kerjanya tak menentu. Kalau keluar bekerja salam jadi kebiasaan, malah siap cium pipi, pendeknya kami memang loving couple. Tetapi sekarang apa dah jadi?

‘‘Malam itu saya tak boleh buat keputusan. Fikiran saya buntu. Apakah saya ini kurang baik punca dia buat maksiat? Makan minum, tempat tinggal saya sediakan apa yang tak cukup? Patutnya dia bersyukur, saya bukan kaki ronda, lepak warung, kelab, dan sebagainya. Bahkan dalam setahun pasti dua tiga kali saya bawa mereka makan angin cuti-cuti Malaysia. Lebih penting saya bukan kaki perempuan.

‘‘Bila saya tanya banyak kali barulah dia cakap. Katanya jarang dapat, seminggu sekali aja. Terus saya tanya, apakah dia sering di rumah waktu malam? Sebaliknya dia lebih suka bekerja. Salah saya ke? Malah dia sering mengalah, kerana tak larat. Salah saya ke? Biasanya dia tidur awal dan saya tak suka kejut dia sedang tidur. Tak syoklah!

‘‘‘Malam tu kami tidur lewat, dia masih minta ampun tapi saya kata, minta ampun pada Allah semoga Dia ampunkan. Bagi saya tiada ampun untuknya sejak peristiwa tujuh bulan lalu itu hinggalah kini. Malah ia jadi sejarah hidup dalam hidup saya.

‘‘Dua hari selepas peristiwa itu, saya soal dia lagi dah berapa lama perkara ini berlaku. Katanya, ia bermula sejak setahun lalu. Jahanam punya perempuan, sanggup dia menduakan saya yang jujur ini. Dia mengaku cuma enam kali dia buat kerja terkutuk itu. Lagi berdesing telinga saya mahu saya terajang dia. Tapi saya sabar. Katanya dia dah insaf, sayalah suami terbaik untuknya. Saya kata dah terlambat. Saya jaga anak-anak kat rumah dia kata pergi kerja, tetapi dia pergi hotel. Celaka punya perempuan. Kami bertengkar sakan malam tu. Tiba-tiba dia lari ke dapur ambil pisau nak bunuh diri. Saya sempat selamatkan dia.

‘‘Memang dia dah gila, patutnya saya yang mengamuk, ini dia yang naik hantu, dah terbalik. Katanya dia insaf dan mahu saya ampunkan dia dunia akhirat. Seminggu lepas tu, hati saya tak sedap, saya soal lagi adakah jantan itu pernah datang rumah?

‘‘Dia kata ada, tapi tak masuk. Cuma hantar buah-buahan. Sakitnya telinga, saya terus bagi penampar. Itulah pertama kali saya tampar dia. Saya marah sebab dulu dia kata adik angkatnya yang bagi buah-buahan tersebut, bagi saya makan. Kami bertengkar lagi. Kali ini dia ambil pisau cuba potong urat nadi di tangannya. Dan kunci dirinya dalam bilik. Saya nasihatkan dia ingatkan Allah, dan jangan tambah dosa.

‘‘Sejak peristiwa itu saya tak soal dia lagi takut dia mati, saya pula masuk lokap. Kini setelah kesnya terbongkar saya suruh dia sembahyang dan berdoa semoga Allah ampunkan dia. Saya boleh terima dia jika dia berjanji tak ulangi lagi perbuatan terkutuk itu. Namun hati saya yang punya, saya tidak dapat lagi memberikan kasih sayang kepadanya sama seperti dulu.

‘‘Dulu tiap-tiap hari cium pipi, tangan, sekarang saya kata padanya jangan buat lagi, jangan berpura-pura. Saya katakan padanya bahawa saya takkan ampunkan dosanya. Namun kami hidup bersama hingga kini semuanya kerana anak-anak dan saya tak mahu dia ugut bunuh diri.

‘‘Namun dia izinkan saya kahwin lagi, dia reda, asalkan saya tidak ceraikan dia dan jaganya seperti dahulu. Tetapi saya bukan jenis orang suka mengira kepala bini. Cinta dan kasih sayang bukan boleh disorong dan ditarik bila-bila suka. Ia datang dari lubuk hati yang sukar ditafsirkan nilainya.

‘‘Bagaimanapun saya tak boleh cakap habis, mungkin satu hari nanti Allah mengubah hati saya, lagi pun umur saya belum 40 tahun, dia enam tahun muda daripada saya, mungkin bila keadaan kembali tenang kami boleh membentuk jalan sendiri. Mungkin itu cara yang terbaik. Tapi sekarang dia tak mahu diceraikan.

‘‘Kata Has kalau saya kahwin lagi dia sanggup pinangkan sebagai menebus dosa nya. Dia sanggup buat apa sahaja demi cintanya pada saya. Tetapi saya katakan kalau betul cinta dan sayangkan saya kenapa cari jantan lain? Menurut Has dia pun tak sangka, segala-galanya berlaku secara tak sengaja, baru jumpa dan berkenalan beberap minggu dia sudah boleh lupakan cintanya pada saya dan sanggup berbohong kata overtime sedangkan hakikatnya dia pergi ikut jantan tu tidur di hotel. Ini yang membuatkan saya tak dapat maafkan Has, kerana begitu mudah dia melupakan janji dan ikrar cintanya kepada saya sebelum kami berkahwin dan setiap tahun menyambut ulang tahun perkahwinan.

‘‘Kerana terlalu marah dan ikutkan rasa hati saya, andai ditakdirkan dia mati dulu, saya tak akan bacakan yassin dan buat tahlil untuknya. Begitulah marah dan geramnya saya atas perbuatannya menduakan saya.

‘‘Lagi pun jika kami bercerai saya kasihankan anak-anak juga mertua saya yang telah tua. Tetapi sayangnya anaknya tidak pernah fikir dan kaji dari perbuatan keji dan buruk yang telah dilakukannya.’’

Demikianlah cerita Azlan panjang lebar tentang masalah dan peristiwa hitam yang menyelibungi hidupnya. Katanya dia tidak ada tempat nak mengadu untuk melegakan sesak di dada dan dia mahu bercerita kepada orang yang tidak dikenali supaya kesannya tidak menyiksa hidupnya nanti.

Memang tepat seperti kata Azlan. Zaman ini terlalu banyak godaan, akibat percampuran yang luas tanpa mengguna fikiran. Memang ada kalangan wanita yang cepat lupa diri. Cepat terpengaruh dengan pujuk rayu, akhirnya merosakkan diri dan masa depan anak-anaknya. Ingatlah bukan semua lelaki seperti Azlan mahu mengutip isteri yang pernah mencontengkan arang ke mukanya. Insaflah. Bekerjalah dan carilah rezeki yang halal semoga terselamat dari sumpahan suami di dunia dan akhirat.

Friday, November 6, 2009

KUASA CINTA

Faktor kuasa merupakan satu parameter yang menentukan kekuatan suatu parameter lain. Walaupun terdapat perkara-perkara lain, namun parameter yang memberi kesan atau impak yang besar ke atas sesuatu dikenali sebagai faktor kuasa.

Apakah cinta?

Cinta sebuah kuasa yang tidak dapat ditandingi oleh mana-mana kuasa yang dijadikan oleh Allah di dalam dunia ini. Cinta mampu menjadikan sesuatu diluar jangkaan kita. Cinta mampu menjadikan manusia gila. Cinta mampu menjadikan manusia berubah sikap dengan kadar yang drastik.

Cinta sebuah kuasa yang tidak mampu dimusnahkan apatah lagi ditukar kepada kuasa yang lain. Tidak seperti kuasa elektrik yang boleh bertukar kepada kuasa haba atau kuasa mekanikal.

Manusia pertama mati dimuka bumi adalah kerana cinta yang tak kesampaian. Cinta boleh meruntuhkan hubungan kekeluargaan. Kerana cinta, anak sanggup mengenepikan ibu bapa. Kerana cinta manusia sentiasa hidup tidak keruan.

Cinta menjadikan manusia tidak berada di dunia nyata. Sentiasa berada di dunianya sendiri bersama pasangannya. Kerana itu wujudnya kata-kata makan tak kenyang, mandi tak basah. Semuanya berlaku tanpa sedar.

Cinta cukup mengasyikkan. Bagi manusia, apabila sudah cinta, tiada perkara lain yang dapat menghalang. Cinta merupakan kuasa yang tidak mampu dihalang. Tidak mampu diberhentikan.

Aduh! Cukup indahnya cinta. Cinta tidak perlu memberikan sebab-sebab. Cinta adalah perasaan. Tidak mampu dipegang, diperkatakan, digambarkan. Cinta datang dari dalam jiwa.

***
Apakah faktor kuasa cinta?

Tanpa faktor kuasa cinta, cinta akan layu. Tanpa faktor kuasa ini cinta tidak akan kesampaian. Tanpa faktor kuasa, cinta akan terhalang.

Manusia akan gila jika tiada faktor kuasa cinta. Manusia akan tertekan jika tidak ada wujudnya faktor kuasa ini.

Faktor kuasa cinta adalah KOMUNIKASI. Tidak ada lain lagi selain komunikasilah yang menentukan turun naiknya kuasa cinta. Bacalah betapa hebatnya komunikasi yang dikatakan faktor kuasa cinta di sini.

Kerana itu orang yang sentiasa berkomunikasi akan lebih mesra, akan terlahirnya cinta.

***
Allah menjadikan perasaan cinta sesama manusia agar manusia memahami cinta dan faktor kuasa cinta. Apabila manusia memahaminya, maka sudah pasti manusia akan lebih mudah untuk bercinta dengan Pemiliknya iaitu Allah.

Komunikasilah sentiasa dengan Allah kerana komunikasi merupakan faktor kuasa cinta. Lebih banyak komunikasi, lebih hangat cinta kepada Allah. Lebih hebat cinta kepada Allah. Lebih mendalam cinta kepada Allah.

Dengan komunikasi, jiwa lebih tenteram kerana cinta tidak dihalang. Komunikasi dengan Allah lebih menenangkan jiwa kerana segala masalah dikongsi dan diluahkan kepada Yang Tersayang iaitu Allah.

Ingatlah bahawa TIDAK ADA SELAIN ALLAH YANG DAPAT MEMBAHAGIAKAN DIRI KITA. Komunikasilah sentiasa dengan Allah kerana segala-galanya tidak akan berlaku tanpa izin Allah.

Komunikasilah dengan Allah apa saja yang difikirkan, dilihat, didengar dan dilakukan. Sentiasa Ingat dan Sebut Nama Allah.

BUAL BICARA BERSAMA AKIL

ShoutMix chat widget